LawangBuku Distributor

lawang's posts with tag: curhati tita

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag curhati tita

Undangan LAUNCHING

CURHAT TITA”

A Graphic Diary


Pembicara : Tita Larasati (penulis), Priyanto Sunarto (kartunis majalah tempo),& Yasraf Amir Pilliang (penulis)

Host : Tony Masdiono (Praktisi Cergam)

Tema : graphic diary dan “Curhat Tita”

Tempat : Galeri Soemardja, ITB, Jl. Ganesha 10 Bandung

Waktu : Jumat, 11 April 2008, pk. 15.00 – selesai

Pelaksana : CV Curhat Anak Bangsa


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PRESS RELEASE

CURHAT TITA”

A Graphic Diary

Galeri Soemardja,

Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung

Jumat, 11 April 2008, mulai pk. 15.00


Pengantar

Kebiasaan mencatatkan kejadian sehari-hari, atau menuangkan pemikiran-pemikiran pribadi, tentunya tidak asing lagi bagi siapa pun. Bentuknya pun bermacam-macam, dari tulisan di buku harian, hingga obrolan rahasia dengan teman terdekat, maupun berupa sketsa dan gambar pada lembaran-lembaran kertas. Pencatatan atau penyampaian pemikiran pribadi ini sering disebut juga sebagai ‘pencurahan isi hati’, atau – dalam bahasa gaulnya – ‘curhat’. Demikianlah buku “Curhat Tita” ini berasal: berawal dari coret-coret yang dimulai pada tahun 1995, yang menceritakan pengalaman harian untuk dikirimkan pada keluarga ketika sedang tinggal jauh dari tanah air, gambar-gambar Tita ini pun dikumpulkan dan diperbanyak menjadi ‘komik’ pendek yang dapat dinikmati oleh keluarga dan teman-teman di tanah air. Seiring dengan berjalannya waktu, hingga kini telah terkumpul sebanyak lebih dari 100 lembar kertas A4 + lebih dari 7 buku sketsa berukuran A5 yang memuat gambar-gambarnya, yang lalu diseleksi dan diterbitkan dalam “Curhat Tita”.

Cerita bergambar (cergam) yang terbit sebagai buku dengan tema graphic diary, atau catatan harian berupa gambar, belum banyak dikenal di Indonesia. “Curhat Tita” bahkan dapat dianggap sebagai graphic diary pertama yang diterbitkan di Indonesia. Berbeda dengan di luar negeri, cergam dengan tema serupa dalam berbagai gaya, format dan fokus cerita, dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko buku. Dari berbagai contoh yang telah ada ini, terlihat bahwa cergam jenis ini ternyata bukan sekedar menceritakan pengalaman atau ekspresi seorang individu, namun juga dapat merepresentasikan latar belakang, kebiasaan dan budaya di mana orang tersebut berada. Akan sangat menarik untuk dapat melihat berbagai ekspresi serupa di Indonesia, yang tentunya tidak kalah bervariasi dibandingkan dengan karya-karya dari luar Indonesia. Oleh sebab itu, terbitnya “Curhat Tita” diharapkan dapat memicu perkembangan cergam dengan tema serupa di Indonesia, sehingga meramaikan ragam cergam karya insan kreatif Indonesia.



Detail Acara

Bentuk acara : Presentasi dan bincang-bincang bersama Tita, dkk.

Host : Tony Masdiono (Praktisi Cergam)

Pembicara : Tita Larasati (penulis), Priyanto Sunarto (kartunis majalah tempo),

& Yasraf Amir Pilliang (penulis)

Tema : graphic diary dan “Curhat Tita”

Tempat : Galeri Soemardja, ITB, Jl. Ganesha 10 Bandung

Waktu : Jumat, 11 April 2008, pk. 15.00 – selesai

Pelaksana : CV Curhat Anak Bangsa


Rundown Acara

15:00 – 15:30 presentasi mengenai graphic diary dan karya-karya Tita

15:30 – 18:00 sesi tanya-jawab dan bincang-bincang bersama Tita, dkk.


Profil Tita

Tita lahir dan dibesarkan di Jakarta. Ia pindah ke Bandung pada tahun 1991 untuk kuliah di desain produk ITB. Pada awal 1998, ia pergi ke Belanda untuk melanjutkan studi. Setelah mendapatkan gelar doktor dari Universitas Teknologi Delft, di awal 2007, ia kembali ke Indonesia.

Selama tinggal di Belanda, kegemarannya pada komik membuatnya terlibat dalam berbagai acara, antara lain pameran dan workshop ‘Madjoe!’ di Stripdagen Haarlem (2002) dan Royal Ethnology Museum (Leiden, 2002), pameran ‘Homesick’ di galeri De Schone Kunsten (Haarlem, 2004), dan partisipasi di ’24 Hour Comics Day’ di Lambiek (Amsterdam, 2006). Di Indonesia, karya-karyanya ikut dalam pameran ‘Fellow Indonesian Comic Artists’ di Erasmus Huis (Jakarta, 2005) dan Karta Pustaka (Yogyakarta, 2005), pameran ‘DI:Y’ di Taman Ismail Marzuki (Jakarta, 2007), dan pameran tunggal ‘Curhat Tita’ di SPACE59 (Bandung, 2007).

Karya-karyanya telah dipublikasikan dalam berbagai antologi: 40075km Comics oleh l’Employe du Moi (Brussels, 2007), 24 Hour Comics Day Highlights 2006 oleh About Comics (USA, 2007), 24 Hour Comics Day Amsterdam oleh Lambiek (Amsterdam, 2007) dan Jogja 5,9SR by Aruskata (Jakarta, 2007). Situs yang memuat gambar-gambarnya dinominasikan dalam kategori Komik Cyber Terbaik untuk Anugerah Kosasih pada tahun 2007.

Saat ini Tita tinggal di Bandung dengan suami dan kedua anaknya, dan bekerja sebagai staf pengajar dan peneliti di Program Studi Desain Produk ITB. Gambar-gambar hariannya dapat dilihat di situs pribadinya, esduren.multiply.com.





Much more than just drawings and some captions, Tita's work is a cultural perspective presented superbly entertaining

-- Andrea Hirata, author of Laskar Pelangi


(Tita's) work is wonderful! In an authentic way of drawing, she tells in a couple of pages her daily things. Whether it is about her family, her study, or a concert of English ska-band Madness in Amsterdam, Tita would make a short spontaneously impression. And really fast! I always wondered why she didn't have a publication in Holland, a shame!

-- Peter van Dongen, creator of Rampokan Java and Rampokan Celebes


Tita's charming and always engaging cartoons live in a region of the world of the comic strip that has not yet been taken over by the neurotics."
-
Eddie Campbell - artist of From Hell, The Fate of the Artist


"Tita Larasati has the rare ability to put her life on the page and end up with a page that has a lot of life."
-
Nat Gertler - publisher of About Comics and founder of 24 Hour Comics Day


Garis lugu mengungkap situasi dengan gembira dan nakal, itulah yang asyik dalam buku harian Tita".
-
Priyanto S.- Kartunis majalah Tempo


"Menarik! Salah satu catatan harian yang seharusnya dipublikasikan, selain gambarnya bagus ceritanya pun ringan. Saya gak habis piker kalau Tita masih punya waktu untuk membuat komik ini di saat menjadi ibu dua anak dan menjadi dosen"
-
Motulz -, komikus dan sutradara


Diary yang mencatat romantika, tragedi maupun komedi dunia harian itu sendiri, yang diungkapkan dengan cara komunikatif, estetis dan mungkin juga etis. Komik kini dapat menjadi sarana ‘estetisasi’atau ‘semiotisasi dunia harian’, dengan menjadikannya sebagai rangkaian tanda-tanda (signs), sehingga menjadikan pengalaman keseharian menjadi sebuah bentuk signifikasi, yang melaluinya kita dapat merefleksikan kehidupan dunia empiris sehari-hari secara lebih bermakna. Selamat membaca! Selamat berkelana di dunia nyata!

- Yasraf Amir Piliang -



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help